Little Crafter

Sabria

 

Dari dulu membiasakan Sabria main yang lebih mengandalkan imajinasi, misalnya masak-masakan, atau main ibu-ibuan sama bonekanya. Atau mainan yang melatih fisik, misalnya main bola, atau jejogetan. Mencoba meminimalkan Bya main gadget-gadgetan walau tetep saja sulit dihindari. Mainan yang diinstall di HP pun dipilih apps doodling atau baby piano. Tapi tetap didorong untuk main mainan biasa.

Sejak punya blog Living Loving dan sering bikin-bikin snack simpel atau prakarya di rumah, Bya suka ikutan merhatiin Ybun-nya nyiap-nyiapin. Megang-megang bahan makanan di meja yang udah siap difoto, buka-bukain tumpukan kain katun, mainin clay atau benang. Terakhir, pas bikin mozaic notebook pake masking tape, dia gatel gak tahan pengen ikutan nempel-nempelin. Akhirnya dicariin buku kecil buat dia hias dan langsung anteng sendiri. Dan ketagihan, sorenya minta nempel-nempelin lagi!

Ini muka seriusnya, sampe masking tape-nya kusut di jari dan nempel ke telapak kaki :))

collageByaSemoga dia senang main prakarya-prakaryaan sesenang dia main yang lain-lainnya. I love you, Sabria :*

 

Mismatched Chairs

Selalu suka ide “mismatched chairs” buat di ruang makan. Menurut saya kursi-kursi yang tampilannya beda-beda ini bisa bikin suasana lebih dinamis dan ga membosankan. Selain itu pasti seru ngumpulin kursinya satu per satu.

Ada banyak variasi yang bisa dicoba. Misalnya memakai kursi model sama tapi dicat dengan warna berbeda-beda.

image source: dwell.com, rainandbows.com, housetohome.co.uk,

image source: dwell.com, rainandbows.com, housetohome.co.uk,

Atau sebaliknya, model kursi berbeda dalam satu warna yang sama.

mismatched-chairs-2

image source: houzz.com, marthastewart.com

Bisa juga menggunakan kursi yang berbeda model dan warna tapi masih dalam palet warna harmonis.

mismatched-chairs-3

image source: chictip.com, ronamag.ca

Atau variasi kursi kayu seperti ini (ps: love that hanging bulb too!)

image source: nicety.livejournal.com

image source: nicety.livejournal.com

Walau beda-beda, mungkin ada baiknya cari kursi yang tinggi dudukannya sama, jadi semua yang duduk bisa makan dengan nyaman di meja, tidak ada yang piringnya ketinggian atau justru terlalu rendah.

Semoga cita-cita yang ini bisa tercapai!

 

Still a long way to go

Image

30 January 2013

Four years in a relationship.

And three years of marriage.

Yet I still need to learn so much about you.

They say it’s a neverending process.

So I hope we won’t get tired of each other.

And keep learning to build this family together.

Cheers for all our yesterdays, today, and tomorrows.

Happy 3rd anniversarry, Babe!

Dapur Mungil Impian

Saat ini kami masih tinggal dengan orang tua. Tapi suatu saat nanti inginnya sih punya rumah sendiri. Tiga wishlist yang saya pengenin ada di rumah impian: Dapur mungil tapi nyaman, perpustakaan mini berupa pojok membaca, sama craft station berupa meja kecil dengan “alat perang” saya di atasnya.

Untuk dapur, ada dua desain yang saat ini sedang terbayang-bayang di kepala. Saya naksir berat sama dua desain dapur ini, dan keduanya dari IKEA (who doesn’t love IKEA, anyway?).

Image

Saya suka segala hal dari desain dapur mungil ini. Ya layoutnya, ya appliances-nya, ya palet warnanya. Cocok buat rumah yang ga terlalu besar jadi lebih hemat ruang. Yang di bagian depan bentuknya mirip tiang itu sebenernya bagian dari pintu geser kaca berbingkai kayu dicat putih. Tapi kalau dihilangkan atau diganti sekat pendek saya rasa ga masalah.

Image

Dari desain yang ini, suka banget sama ide pot-pot tanaman di dekat jendela itu. Kebayang kalau punya yang kaya gini mau diisi ama pot-pot tanaman bumbu seperti mint, oregano, parsley, kemangi,Β  dll.

Lihat gambar ini aja udah senang, apalagi kalau nanti beneran kesampaian? ^_^

Dan sekarang kami bertiga

Dua tahun dari review terakhir, dan setahun dari update terakhir, akhirnya blog ini diisi lagi.

Dua tahun blog ini terlantar krn setahun setelah kami menikah saya hamil. Abis melahirkan, dimulailah hari-hari kurang tidur, menganti popok, dan persahabatan akrab dengan pompa ASI. Super cape, tapi bahagia bukan main karena ada putri kecil yang menunggu dengan sabar di rumah dan senyum-senyum begitu liat ibu-bapaknya pulang.

Sebenarnya masih ada waktu luang untuk menyempatkan diri nulis blog. Apalagi setelah memutuskan resign dari kerja kantoran dan beralih jadi freelancer yang kerja di rumah biar bisa ngurus anak. Harusnya makin banyak waktu luang…tapi kok ya bawaannya males terus mau ngisi blog *getokpala*. Sekarang, begitu nona kecil udah 14 bulan dan lebih santai ngurusnya dibanding waktu masih newborn, jadi kangen nulis blog lagi. Selain itu juga karena merasa perlu tempat buat nampung pikiran, cerita, sama ide-ide yang mulai menuhin kepala.

Jadi, mari mulai 2013 dengan menggiatkan diri menulis lagi. Selamat tahun baru!

the hamdani

Review Janur Kuning Decoration

This is my favorite vendor!

Mba Sylviaaaa….aku suka semuanyaa!! πŸ˜€

Konsep dekorasi yang kita pake buat resepsi adalah adat bugis modern dengan tone warna tosca-silver. kaya yang pernah diceritain di sini, nyari dekorator Bugis itu susah-susah gampang. Kita ga mau yang terlalu tradisional karena warnanya ga sesuai ama yang dimau dan biasanya mereka ga menyediakan dekor gedung (cuma pelaminan dan acara adat aja). Ga mau juga yang terlalu modifikasi seperti penggunaan pelaminan dari full styrofoam, karena ga kerasa Bugisnya. Akhirnya kita putusin untuk menggunakan jasa Janur Kuning. (info: Janur Kuning itu udah rekanan Patra Jasa, jadi ga ada charge tambahan..lumayaaan)

Dari awal milih Janur Kuning, kita udah seneng banget karena Mba Sylvia n Mas Bahar enak diajak ngobrolnya. Mereka bersedia dengerin permintaan kita yang mgkn agak musingin itu, dan juga ngasih masukan ke kita dari segi teknis. Pas technical meeting, gw sempet salah kasi tau waktu tapi Mba Sylvia tetep bela-belain ngebut dan dateng ke gedung sambil bawa sketsa dekor ruangan dan contoh kain. You know what? karena mereka ga punya kain dan hiasan2 adat Makassar, mereka pesan langsung kainnya ke pengrajin di Makassar. Emang sebenernya bisa dibikin di sini, tapi takutnya hasilnya salah dan ga sesuai. That, i would say, is an attitude of a professional vendor.

Waktu hari H, kru Janur Kuning baru mulai masuk ruangan jam 3an, tapi mereka ngasih jaminan jam 1/2 6 udah beres. Dan bener aja loh kelarnya tepat waktu! Padahal Mba Sylvia sempet harap-harap cemas tu krn baru ngerjain panggung pelaminan begitu, jd takut ga sesuai perkiraan. Tapi kata dia, kru yang ngerjain pelaminan beda ama yg ngerjain set panggung musik, beda lagi sama kru pergola n tenda buku tamu, beda lagi sama bunga. Karena masing-masing udah fokus ama kerjaan sendiri, jadi cepet dan rapih deh hasilnya.

area buku tamu, di meja dipasangin tabire. I love the backdrop and the chandelier! (foto: dok. Janur Kuning)

meja consule, tempat majang foto narsis. request soal bunga sedap malam terpenuhi (foto: dok. Janur Kuning)

pergola tenda setelah pintu masuk ruangan.ijonya dibikin beda biar ga monoton (foto: dok. Janur Kuning)

Ini dia panggung pelaminannya didominasi silver biar mantennya tetep keliatan (foto: dok. Janur Kuning)

Yayaya…saya emang ga modal karena semua fotonya boleh embat dari dokumentasi Janur Kuning. Maaf ya Mba Sylvia..aku soalnya ga punya foto dekorasi yang cukup jelas…huhu..padahal masih ada panggung musik, payung-payung cantik sepanjang red carpet, ama detail rangkaian bunga yang cantik-cantik itu. Kalo mau liat contohnya, coba search aja di Facebook, atau dateng langsung ke kantornya..liat-liat fotonya.

O,iya…soal bunga, dari waktu liat foto-foto pas main ke kantor mereka sama pas liat contoh dekor pas acara emang udah suka banget. Bunga-bunga import yg fresh, dirangkai cantik. Nuansa bunga yang kita minta adalah hijau-putih-peach, ga mau ada merahnya. Dan gw punya special request karangan bunga sedap malam yang banyak, soalnya nyokap suka banget ama sedap malam, udah gitu bikin ruangan jadi wangi. Bunga-bunganya ga murahan, pake lily..banyaak banget lilynya, trus bunga yang kaya kol n kaya sawi itu (namanya apa sih, mba?), trus yg mirip baby breath, bunga yg kaya pompom..ah..soal nama tanya sendiri deh ke orangnya. Gw makin lama makin ngarang kayanya :p

Secara keseluruhan, gw sangat puas sama kerjanya Janur Kuning. Banyak yang bilang bagus, pelaminannya unik dan warnanya keren. Banyak yang moto-moto berlatar pelaminan. This vendor maybe a bit pricey, but I think it’s worth every penny ;D

nilai: skala 1-10…9.5! (cm sedikit kurang rapih waktu nutupin sisa panggung Patra Jasa yg agak lengkung. tp ga terlalu keliatan sih.)

Review Ruang Yudhistira Patra Jasa

(Untuk informasi soal fasilitas Patra Jasa, silakan baca postingan yang ini.)

Dulu, salah satu alasan memilih gedung ini adalah harganya yang termasuk terjangkau untuk gedung pernikahan di tengah kota. And it turns out to be pretty satisfying, good value for money. Letaknya emang di lantai 2, tapi disediakan lift dan eskalator. Jadi ga susah buat tamu yang udah sepuh.

Bentuk ruangan yang memanjang bikin prosesi iring-iringan masuk jadi terlihat bagus karena lebih lama terekspos, kesannya jadi lebih megah. Bentuk yang memanjang juga jadi keuntungan karena tamu yg ngantri bisa masuk ke dalam ruangan, ga menuh-menuhin daerah buku tamu. Karena pernah dateng ke kawinan yg tamunya antri sampai ngelewatin penjaga tamu, hasilnya jd nyusahin org yg mau nulis di guestbook.

Pak Deddy, penanggung jawab Ruang Yudhistira juga sangat kooperatif. Waktu technical meeting banyak ngasih masukan. Dan yang paling penting, setiap gw teleponin nadanya selalu ramah, padahal sempet gw gangguin terus tuh waktu mau nyiapin technical meeting. Lucunya, pas acara ternyata ketauan kalo Pak Deddy itu tetangga keluarga ibunya Aria waktu di Bandung dulu. wah…jadi sempet ada reuni dadakan deh..hihi

Sayangnya untuk masalah parkir, Patra Jasa parkirannya suka bikin pusing. Akses masuk ke gedung suka antri panjang. Trus kl ga dapet di bawah otomatis hrs muter naik ke lantai atas-atas. Agak ribet aja naik-turun tangga dari parkiran ke gedung (terutama buat para perempuan yg pk kain). Tapi parkiran yang sempit emang resiko gedung kawinan di tengah kota sih.

Kl soal ruangan, paling kekurangannya ga ada chandelier cantik kaya di Balai Sudirman atau Granadi. Tp buat gw sih sebenernya ga jd masalah, karena emang ga terlalu krusial. Lebih kepikiran soal gorden marun-kremnya. Jadi tema warna dekor gw itu tosca-silver, nah gw takut gordennya ga nyambung sendiri. Tapi akhirnya itu balik lagi ke vendor dekorasi masing2 sih soal gimana ngakalinnya. Untungnya pas acara gw, warna gordennya jadi ga terlalu ganggu.

Secara keseluruhan, ada 1-2 kekurangannya..nilai awal 7.5, tp kita ngerasa kebantu banget sama Pak Deddy. jadi kita kasih nilai 8. Kalo ada yang milih gedung ini jadi venue resepsi, ada sedikit tips yang mau kita share:

  • Cari tau jalur alternatif menuju gedung jadi tamu2 ga cuma punya satu pilihan rute. Kejadian waktu acara gw, hujan besar n pertandingan bola bikin Semanggi jadi macet berat. Hasilnya byk tamu yg telat dateng krn macet pas muter balik di Semanggi. Salah satu jalan alternatif bisa lewat Casablanca, masuk mega kuningan, belok ke jl Haji Muhni (patokannya dr Gedung XL yang baru, belok kiri), nanti keluarnya di Gatot Subroto, sebelum Patra Jasa.
  • Bentuk ruangan yang memanjang ada minusnya juga. Di bagian depan jd lebih sempit dan jd sedikit tricky buat nentuin letak studio mini buat foto. Waktu sepupu gw nikah, dia naro studio mini sebelah2an sama buku tamu, tapi dibatasin sama pot2an dan ditutupin kain. Kl pas gw, karena area buku tamu gw lebar, jd studio mini ditaro persis di depan lorong masuk ke ruang rias (lorong yg ke arah kantor, bukan lorong yg deket dapur). Tapi jadinya lbh enak sih karena ga terlalu keekspos dan ga ganggu alur tamu, dan bisa sekalian mengontrol ruang rias.
  • Karpet merah di dalam ruangan lebih enak kalo dipepet ke kiri, ga di tengah ngebelah ruangan. Jadi antrian tamu salaman ga perlu kepotong ama orang yg ngambil makanan. Penempatan item catering jg jadi lebih lega.

Begitulah, maaf kita ga bisa ngereview mushola yang bisa buat tempat akad, soalnya akad nikah diadain di rumah, bukan di Patra Jasa. Mudah-mudahan reviewnya bermanfaat πŸ™‚